Welcome
Pemenang Lotere Asal West Bengal, India Ini Meminta Perlindungan Polisi Karena Ketakutan

Pemenang Lotere Asal West Bengal, India Ini Meminta Perlindungan Polisi Karena Ketakutan

Pria berusia tujuh puluh tahun yang tinggal di West Bengal, India, Narayan Sen tidaklah terbiasa untuk menjadi orang terkenal. Tetapi dirinya mendapatkan ketenaran semenjak Minggu lalu karena sebuah keberuntungan yang diberikan oleh Dewi Fortuna.

Pada Minggu lalu, pria yang pensiun ini memenangkan hadiah lotere sebesar 1 crore India atau setara dengan 139 ribu dollar AS. Tiga hari setelahnya, dirinya muncul di kantor polisi Kalna untuk meminta perwira yang bertugas disana, Rakesh Singh menyediakannya perlindungan. Ia memberitahu petugas tersebut bahwa ia ketakutan untuk keluar dari rumah semenjak menjadi pemenang hadiah tersebut.

Sen yang merupakan seorang pensiunan dari operator mesin pabrik yang telah pensiun 10 tahun lalu hidup sebuah rumah sederhana di Sahapara yang berada di sebelah Timur Burdwan, Kalna. Setiap bulannya dirinya mendapatkan uang pensiun sebesar 140 dollar AS. Pada minggu, dirinya membeli tiket 10 tiket harian permainan lotere dari Nagaland seharga 1 dollar AS.

Pemenang Lotere Asal West Bengal, India Ini Meminta Perlindungan Polisi Karena Ketakutan

“Saya tengah pergi ke Pasar Guptipara dan membeli tiket ini setelah berpikir beberapa kali,” kata Sen.

“Saya menyimpan tiket ini dengan terlipat di kantong saya dan tidak pernah berpikir untuk mengecek hasil dari lotere tersebut.”

Pemilik dari Pusat Lotere Siddheswari, Mintu Biswas yang menjual tiket lotere ke Sen, tetap memeriksa hasil dari lotere yang diumumkan pada jam 8 malam waktu setempat. Dirinya menemukan bahwa tiket yang memenangkan jackpot merupakan tiket yang dibeli dari tokonya dan pembelinya adalah Sen. Biswas lalu mulai menyusun toko nya dengan bunga dan menawarkan manisa untuk para orang yang melewati tokonya. Ia lalu keluar untuk mencari informasi mengenai Sen untuk dapat menginformasikan kepada dirinya mengenai kemenangan yang diperoleh nya.

“Ketika pemilik toko datang to rumah saya dan memberitahu saya, saya tidak tidak percaya pada dirinya,” kata Sen.

“Tetapi dirinya bersikeras dan saya menemaninya ke tokonya untuk memeriksa hasil dari lotere tersebut yang telah di cetak oleh Biswas ke sebuah kertas. Saya lalu yakin tetapi saya tidak menceritakan hal ini ke orang lain karena saya cemas. Saya tidak pernah melihat uang sebesar ini dalam hidup saya. Ketika saya pensiun, saya hanya memiliki sekitar 1 lakh, Jadi saya benar-benar takut.”

Walaupun tidak diumumkan akan tetapi sang pemilik toko telah memberitahu banyak orang bahwa Sen memenangkan hadiah besar yang mencapai 139 ribu dollar AS.

Sen mengakui bahwa lotere ini telah benar-benar mengubah hidupnya. “Setiap orang ingin memberikan selamat kepada saya, bahkan beberapa memberikan saran kepada saya mengenai apa yang saya lakukan dengna uang ini. Beberapa bahkan ingin bersalaman dengan saya. Orang yang sebelumnya tidak saya kenal bahkan ke rumah saya menawarkan bantuan kepada saya,” katanya.

Ia telah mengunjungi kantor cabang lokal SBI untuk menyetorkan tiket lotere nya. “Uang tersebut akan dimasukan secara otomatis ke rekening saya dalam waktu tiga bulan,” katanya. “Tetapi saya tidak dapat hidup tenang seperti sebelumnya karena kemenangan ini membuat saya seperti menjadi objek bagi setiap orang.”

Alasan inilah yang membuatnya mendatangi kantor polisi. Petugas SIngh memastikan dirinya akan membantunya. “Saya bahkan memberikannya nomor telepon saya dan memintanya untuk memberitahu saya jika mendapatkan masalah. Kami akan terus memantau situasi ini.”

Bagi Sen sendiri, dirinya telah memutuskan apa yang akan dilakukan dengan uang ini. “Saya ingin menyumbangkan sebagian untuk pembangunan Kuil Durga di kampung halaman keluarga mertua saya. Saya ingin menawarkan sebagian uangnya sebagai amal . Sisanya, saya akan bagi untuk ketiga anak saya dan juga cucu saya. Uang pensiun saya telah cukup untuk saya dan istri saya dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari ini seumur hidup kami. Saya hanay ingin memastikan bahwa masa depan dari anak dan cucu saya aman.”