Welcome
Bloomberry Resorts Hadapi Dua Kasus Di Pengadilan Sekaligus Ditengah Pandemi COVID-19

Bloomberry Resorts Hadapi Dua Kasus Di Pengadilan Sekaligus Ditengah Pandemi COVID-19

Bloomberry Resorts bersiap-siap untuk ke pengadilan untuk dua kasus yang berbeda. Kasus pertama terkait dengan pencurian dana sebesar 81 juta dollar AS pada 2016 dari Bank Sentral Bangladesh yang dilakukan oleh hacker Korea Utara yang tidak diketahui identitasnya. Uang hasil pencurian tersebut lalu dialirkan melalui beberapa casino di Manila termasuk juga Bloomberry.

Pengadilan Distrik Amerika Serikat telah mencabut kasus tersebut pada Maret namun bank memasukan banding dan memulai kasus baru dengan Pengadilan Negeri Bagian New York. Kasus baru ini meminta pengembalian uang dan juga menuduh adanya perubahan, pencurian, tindakan yang tidak patut, penipuan dan tindakan memperkaya pihak lain yang tidak dibenarkan beserta tuduhan lainnya.

Bloomberry Resorts Hadapi Dua Kasus Di Pengadilan Sekaligus Ditengah Pandemi COVID-19

Bloomberry mengatakan, “Kami akan sekuat tenaga mempertahankan diri kami dari tuduhan yang tidak berdasar ini,” menambahkan bahwa sejauh ini belum ada tanggal yang ditentukan untuk pemeriksaan dan juga tidak ada panggilan yang telah dikeluarkan oleh otoritas.

Kasus kedua adalah terkait dengan pemutusan kontrak layanan manajemen dengan Global Gaming Asset Management pada tahun 2013. Pengadilan Tinggi Singapura telah menghapus petisi dari perusahaan dengan menyampingkan keputusan dari Pengadilan Abritase dengan nilai 296 juta dollar AS. Pada September lalu, pengadilan Singapura memenangkan pembayaran kepada GGAM dengan perusahaan mendapatkan 175 ribu dollar AS per bulan. Keputusan mengenai pemutusan tersebut dianggap menyalahi aturan karena dilakukan hanya 6 bulan setelah Bloomberry menandatangani kontrak lima tahun dengan GGAM dengan menuduh GGAM gagal mmenyelesaikan apa yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Bloomberry sendiri memiliki waktu hingga akhir Juni untuk memasukan banding.