Welcome
BGC Minta Kepada Pemerintah Inggris Untuk Mengizinkan Casino Kembali Beroperasi

BGC Minta Kepada Pemerintah Inggris Untuk Mengizinkan Casino Kembali Beroperasi

Betting and Gambling Council (BGC) telah meminta kepada pemerintah Inggris untuk membuka kembali casino pada Juli ini dengan argumen bahwa saat ini telah aman untuk melakukannya.

Minggu lalu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengumumkan kebijakan pelonggaran lockdown virus corona yang baru dengan membuka kembali lokasi industri hospitality seperti pubs, restoran, teater dan bioskop pada 4 Juli tetapi casino tidak tercantum didalamnya.

Area lain dari industri judi yang telah dibuka adalah toko judi yang beroperasi kembali pada 15 Juni sementara pusat bingo telah diberikan lampu hijau untuk beroperasi pada Juli ini.

BGC Minta Kepada Pemerintah Inggris Untuk Mengizinkan Casino Kembali Beroperasi

BGC baru-baru ini vokal mengenai caisno yang masih ditutup dan CEO saat ini, Michael Dugher mengatakan bahwa semua lokasi dengan jelas siap beroperasi setelah berkunjung ke Rialto Casino yang ada di London.

Badan standar industri mengatakan bahwa mereka menolak memberikan izin walaupun 120 casino di Inggris telah memperkenalkan kebijakan keamanan dan kesehatan baru yang ketat untuk dapat beroperasi kembali termasuk didalamnya memastikan kebersihan dari area tempat duduk dan meja.

Juga konsumen akan dibatasi untuk bermain didalam satu meja, membersihkan tangan mereka sebelum dan setelah bermain, dengan penutup wajah transparan juga akan disediakan untuk konsumen jika ada permintaan.

Dugher menambahkan, “Kami tentunya kecewa dengan keputusan pemerintah yang tidak mengizinkan casino dibuka kembali pada 4 Juli tetapi saya akan meminta kepada pemerintah untuk melihat kebijakan anti-corona yang dimiliki oleh casino, mempertimbangkan keputusan untuk tetap ditutup dan membiatkan casino kembali beroperasi secara aman setelah Juli.

“Pada waktu dimana ekonomi diliputi ketidakpastian, kontribusi yang dihasilkan casino untuk keuangan negara tentunya tidak dapat di anggap remeh.”